Tampilkan postingan dengan label Gejala Saraf Kejepit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gejala Saraf Kejepit. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juli 2018

Cara Membedakan Faktor Gejala Saraf Kejepit Dan Sakit Pinggang Biasa

Semoga artikel yang kami copas dari Viva.co.id, ini menambah pengetahuan kita tentang  yang namanya  Saraf Kejepit, karena ini sering di alami oleh manusia baik pria ataupun wanita, baik  tua maupun muda  kadang-kadang di cuekin. 

Kenali Bedanya Saraf Kejepit dan Sakit Pinggang Biasa

faktor-saraf-kejepit-sakitpinggang-biasa
ilustrasi wanita memakai DiskD r Waist
 

VIVA.co.id – Saraf kejepit merupakan kondisi di mana terjadi penonjolan pada bantalan tulang sehingga menekan saraf. Dalam istilah medis, ini dinamakan herniated nucleus pulposus atau HNP.


Menurut pakar nyeri dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, saraf kejepit paling sering diderita mereka yang berusia 41-60 tahun. Dari data RS Cipto Mangunkusumo tahun 2002 yang dikumpulkan oleh perhimpunan dokter saraf, diketahui bahwa prevalensi kasus saraf kejepit adalah 18,37 persen dari pasien yang datang ke poli saraf.

"Keluhan nyeri pinggang merupakan kedua tertinggi setelah nyeri kepala yang angkanya mencapai 34,8 persen," kata Mahdian di Jakarta, Selasa, 12 September 2017.

Gejala saraf kejepit bisa dikenali dengan salah satu betis atau keduanya mengecil, atau disebut dengan gembur. Kemudian, ada rasa seperti tertusuk jarum di pinggang, bahkan bisa terasa sampai kaki. Ada kelemahan pada pinggang bawah yang membuat salah satu kaki berat sehingga susah berjalan.
Bisa juga terjadi nyeri lokal pada daerah saraf kejepit, seperti pada punggung, leher atau pinggang. Pinggang bawah pasien juga akan mengalami mati rasa atau baal. Dan ada rasa terbakar atau panas, padahal ketika diraba daerah tersebut tidak panas.

"Muncul pegal, nyeri, dan panas, kemudian dia juga tidak kuat berdiri lama, atau berjalan sepanjang 50 meter saja tidak kuat. Itu ciri-ciri saraf kejepit," ujar Mahdian.
Pada fase lanjut, saraf kejepit bisa membuat penderitanya tidak bisa menahan buang air kecil. Karena sudah menyerang sistem kemihnya sehingga sering ngompol atau bahkan tidak bisa buang air kecil.

Begitu pula dengan buang air besar, pasien tidak bisa mengontrolnya karena saraf otonomnya sudah rusak. Pasien pun mau tidak mau harus memakai popok disposable atau kateter.
Penyebab paling sering saraf kejepit, kata Mahdian, adalah faktor usia atau penuaan. Saraf kejepit merupakan penyakit degeneratif yang muncul akibat faktor usia.

gejala saraf kejepit-dan-sakit pinggang biasa
sebelum & setelah pemakaian Disk Dr Waist
"Penggunaan otot punggung untuk beban yang terlalu berat sehingga memengaruhi pinggang. Apalagi kalau jarang berolahraga, memaksakan mengangkat yang berat-berat bisa merusak pinggang," lanjut Mahdian.
Selain itu, trauma kecelakaan, baik kecelakaan kendaraan bermotor atau saat berolahraga, dan terjadi benturan langsung pada pinggang bisa sebabkan bantalan tulang rusak. Faktor lainnya adalah obesitas (kegemukan), di mana pinggang sebagai penopang utama setengah berat tubuh harus menahan beban yang kelewat berat.

"Makanya orang yang berlebih berat badannya yang dikorbankan adalah bantalan tulang dan lututnya, karena menopang berat badan yang berlebih. Dia punya risiko tinggi HNP," imbuh Mahdian.
Pekerjaan, posisi duduk dan duduk terlalu lama juga bisa menjadi faktor risiko saraf kejepit. Selain itu, faktor genetik juga bisa mempengaruhi, meskipun hanya kecil sekali.


Sumber : https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/956113-kenali-bedanya-saraf-kejepit-dan-sakit-pinggang-biasa

Saraf Kejepit? Apa Penyebabnya dan Bagaimana Gejalanya?

Seperti kami kutip dari Infosehat.com, dibawah ini semoga bisa memberi pengetahuan ataupun informasi kepada Anda Mengenai gejala saraf kejepit  dan Penyebab serta Gejalanya

 
saraf kejepit-penyebab-dan-gejalanya
ilustrasi sakit pinggang

Apa saja penyebab saraf kejepit?

Saraf kejepit bisa dipicu ketika ada tekanan pada saraf. Tekanan bisa disebabkan oleh gerakan yang dilakukan berulang-ulang untuk jangka waktu lama, contohnya posisi siku ditekuk saat tidur. Tekanan saraf dapat terjadi ketika saraf tertekan antara jaringan dengan ligamen, tendon, atau tulang. Rapuh sekali ya, kedengarannya? Ya, saraf yang paling rapuh dalam tubuh kita yaitu ketika ditempatkan pada jaringan sempit di tubuh kita, tetapi jaringan lunak untuk melindungi saraf tersebut hanya sedikit.
Umumnya rasa nyeri pertama dirasakan pada punggung, tapi tidak menutup kemungkinan rasa nyeri dapat muncul di beberapa bagian tubuh. Contohnya, saat cakram hernia memberikan tekanan pada akar saraf Anda, rasa sakit pun akan terasa pada bagian belakang kaki Anda. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan jaringan menekan saraf adalah:
  • Terluka
  • Postur tubuh yang tidak baik dapat menambah tekanan  pada tulang belakang dan saraf
  • Rematik atau arthritis pergelangan tangan
  • Stres dari pekerjaan yang berulang-ulang
  • Aktivitas olahraga yang rentan cedera
  • Berat badan yang berlebihan juga menekan saraf
Pada beberapa kasus, salah satunya carpal tunnel syndrome (suatu kondisi yang terjadi pada jari menyebabkan rasa kesemutan); beberapa jaringan berkontribusi dalam memberikan tekanan pada saraf seperti pembesaran tulang atau penebalan yang akhirnya menjepit saraf. Umumnya kasus carpal tunnel syndrome dialami oleh perempuan.

Apa dampaknya jika saraf kejepit dibiarkan?

Ada beberapa dampak yang dapat terjadi ketika saraf kejepit dibiarkan, seperti jaringan lunak atau pelindung di sekitar saraf dapat pecah. Hal tersebut dapat membentuk cairan, yang dapat menyebabkan pembengkakan, tekanan ekstra, dan jaringan parut. Jika saraf kejepit terjadi pada waktu yang singkat, tentu tidak ada kerusakan permanen pada saraf. Namun, jika tekanan terjadi terus menerus tentu saja saraf bisa rusak secara permanen.

Apa saja gejala saraf kejepit?

Terkadang gejala dari saraf kejepit hanya berupa rasa sakit saja di beberapa bagian tubuh. Sudah pasti kita pun tidak terpikir sampai pada saraf kejepit. Ada beberapa gejala lainnya yang bisa Anda amati, seperti:
  • Mati rasa, kebas, atau penurunan sensasi untuk ‘merasa’ di daerah yang banyak sarafnya. Misalnya nyeri di leher atau punggung bagian bawah
  • Adanya sensasi sakit atau nyeri seperti terbakar yang menjalar ke luar
  • Kesemutan
  • Lemahnya otot pada bagian yang diduga mengalami saraf kejepit
  • Sering merasa kaki dan tangan tidak merasakan apa-apa
  • Rasa seperti ditusuk-tusuk jarum
Terkadang gejala memburuk saat Anda berusaha untuk melakukan beberapa gerakan tertentu, seperti memutar kepala Anda atau menegangkan leher Anda.


Bagaimana cara mengatasi saraf kejepit?

Pengobatan yang dilakukan berbeda-beda tergantung pada seberapa berat rasa sakit, begitu juga dengan lamanya pengobatan yang dilakukan. Anda mungkin akan diminta untuk mengistirahatkan bagian yang cedera, dan menghindari aktivitas yang akan membuat gejala Anda memburuk.
Anda perlu mengunjungi dokter saat gejala menetap dan sakit menjadi parah. Anda akan memerlukan satu atau lebih pengobatan untuk mengecilkan jaringan yang membengkak di sekitar saraf.
Obat yang dapat Anda gunakan adalah:
  • Aspirin, ibuprofen, dan naproxen untuk mengurangi pembengkakan
  • Kortikosteroid oral untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak
  • Injeksi steroid untuk mengurangi bengkak, tapi Anda akan mengalami peradangan sebelum akhirnya sembuh
Pada kasus yang berat, saraf Anda mungkin memerlukan pemotongan beberapa material, seperti:
  • Jaringan parut
  • Material cakram
  • Bagian tulang
Bolehkah mendatangi pengobatan alternatif? Sebelum mendatangi pengobatan alternatif, ada baiknya Anda mendatangi dokter terlebih dahulu, untuk mengetahui di bagian mana tepatnya ada saraf kejepit. Saraf yang rusak tidak bisa diperbaiki, jadi alangkah baiknya kita mempertimbangkan mana pengobatan yang tepat.

Sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/penyebab-saraf-kejepit/ 



Info ini direpost oleh 


KOMPAS.com - Nyeri pinggang termasuk dalam keluhan yang banyak diderita masyarakat. Dari sekian banyak penyebab nyeri pinggang, saraf terjepit menjadi penyebab nyeri kronik terbanyak. Saraf terjepit (Herniated Nucleus Pulposus/HNP) memiliki gejala antara lain nyerinya menjalar dari pinggang hingga paha dan seluruh bagian kaki disertai dengan kelemahan, baik pada salah satu atau kedua kaki. Menurut dr.Mahdian Nur Nasution, spesialis bedah saraf, herniasi bantalan sendi tulang belakang paling banyak terjadi pada bantalan sendi ruas tulang lumbar. "Tapi dapat juga terjadi herniasi di ruas tulang di atasnya seperti tulang servikal, tetapi lebih sering terjadi pada mereka dengan usia di atas 50 tahun," kata Mahdian. Dikatakan oleh dr.Sri Wahyuni, SpKFR, pakar rehabilitasi dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, ada beberapa faktor risiko terjadinya saraf kejepit, antara lain olahraga berat seperti angkat besi, aktivitas tertentu yang sering mengangkat beban secara berulang, atau pun merokok. "Dalam beberapa penelitian juga dikatakan, orang yang sering mengendarai sepeda motor memiliki risiko lebih besar untuk terjadinya HNP, mencapai 2,7 kali lipat," kata Sri. Mahdian mengatakan saat penekanan bantalan sendi tulang belakang terjadi pada saraf motorik akan berdampak pada melemahnya bagian tubuh yang dipersarafi. Sementara jika penekanan bantalan sendi tulang belakang terjadi pada saraf sensori, pasien akan mengalami mati rasa pada bagian tubuh yang dipersarafi. "Jika nyeri yang terjadi bersifat menjalar, menandakan sudah terjadi inflamasi pada saraf, sebagai tanda sudah tidak ada lagi ruang untuk saraf, atau dengan kata lain herniasi bantalan sendi yang terjadi sudah sangat besar dan memenuhi rongga tulang belakang," paparnya. Umumnya saat seorang pasien datang ke klinik dengan keluhan nyeri pingang yang menjalar hingga kaki, dokter akan melakukan pemeriksaan kemampuan gerak tulang belakang dari lumbar hingga servikal. Selain itu dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis seperti kelemahan bagian tubuh tertentu, kebas atau mati rasa, dan pemeriksaan refleks. Pemeriksaan penunjang seperti MRI (magnetic resonance imaging) dan CT-Scan juga diperlukan karena bisa memberikan gambaran lebih jelas kepada dokter sebelum dilakukan terapi pengobatan. Ada beberapa terapi untuk kasus saraf terjepit, mulai dari pemberian obat-obatan, fisioterapi, sampai tindakan radiofrekuensi dan pembedahan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenali Gejala Nyeri Pinggang yang Disebabkan Saraf Terjepit", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/05/090000020/kenali-gejala-nyeri-pinggang-yang-disebabkan-saraf-terjepit.
Penulis : Lusia Kus Anna
KOMPAS.com - Nyeri pinggang termasuk dalam keluhan yang banyak diderita masyarakat. Dari sekian banyak penyebab nyeri pinggang, saraf terjepit menjadi penyebab nyeri kronik terbanyak. Saraf terjepit (Herniated Nucleus Pulposus/HNP) memiliki gejala antara lain nyerinya menjalar dari pinggang hingga paha dan seluruh bagian kaki disertai dengan kelemahan, baik pada salah satu atau kedua kaki. Menurut dr.Mahdian Nur Nasution, spesialis bedah saraf, herniasi bantalan sendi tulang belakang paling banyak terjadi pada bantalan sendi ruas tulang lumbar. "Tapi dapat juga terjadi herniasi di ruas tulang di atasnya seperti tulang servikal, tetapi lebih sering terjadi pada mereka dengan usia di atas 50 tahun," kata Mahdian. Dikatakan oleh dr.Sri Wahyuni, SpKFR, pakar rehabilitasi dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, ada beberapa faktor risiko terjadinya saraf kejepit, antara lain olahraga berat seperti angkat besi, aktivitas tertentu yang sering mengangkat beban secara berulang, atau pun merokok. "Dalam beberapa penelitian juga dikatakan, orang yang sering mengendarai sepeda motor memiliki risiko lebih besar untuk terjadinya HNP, mencapai 2,7 kali lipat," kata Sri. Mahdian mengatakan saat penekanan bantalan sendi tulang belakang terjadi pada saraf motorik akan berdampak pada melemahnya bagian tubuh yang dipersarafi. Sementara jika penekanan bantalan sendi tulang belakang terjadi pada saraf sensori, pasien akan mengalami mati rasa pada bagian tubuh yang dipersarafi. "Jika nyeri yang terjadi bersifat menjalar, menandakan sudah terjadi inflamasi pada saraf, sebagai tanda sudah tidak ada lagi ruang untuk saraf, atau dengan kata lain herniasi bantalan sendi yang terjadi sudah sangat besar dan memenuhi rongga tulang belakang," paparnya. Umumnya saat seorang pasien datang ke klinik dengan keluhan nyeri pingang yang menjalar hingga kaki, dokter akan melakukan pemeriksaan kemampuan gerak tulang belakang dari lumbar hingga servikal. Selain itu dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis seperti kelemahan bagian tubuh tertentu, kebas atau mati rasa, dan pemeriksaan refleks. Pemeriksaan penunjang seperti MRI (magnetic resonance imaging) dan CT-Scan juga diperlukan karena bisa memberikan gambaran lebih jelas kepada dokter sebelum dilakukan terapi pengobatan. Ada beberapa terapi untuk kasus saraf terjepit, mulai dari pemberian obat-obatan, fisioterapi, sampai tindakan radiofrekuensi dan pembedahan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenali Gejala Nyeri Pinggang yang Disebabkan Saraf Terjepit", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/05/090000020/kenali-gejala-nyeri-pinggang-yang-disebabkan-saraf-terjepit.
Penulis : Lusia Kus Anna
KOMPAS.com - Nyeri pinggang termasuk dalam keluhan yang banyak diderita masyarakat. Dari sekian banyak penyebab nyeri pinggang, saraf terjepit menjadi penyebab nyeri kronik terbanyak. Saraf terjepit (Herniated Nucleus Pulposus/HNP) memiliki gejala antara lain nyerinya menjalar dari pinggang hingga paha dan seluruh bagian kaki disertai dengan kelemahan, baik pada salah satu atau kedua kaki. Menurut dr.Mahdian Nur Nasution, spesialis bedah saraf, herniasi bantalan sendi tulang belakang paling banyak terjadi pada bantalan sendi ruas tulang lumbar. "Tapi dapat juga terjadi herniasi di ruas tulang di atasnya seperti tulang servikal, tetapi lebih sering terjadi pada mereka dengan usia di atas 50 tahun," kata Mahdian. Dikatakan oleh dr.Sri Wahyuni, SpKFR, pakar rehabilitasi dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, ada beberapa faktor risiko terjadinya saraf kejepit, antara lain olahraga berat seperti angkat besi, aktivitas tertentu yang sering mengangkat beban secara berulang, atau pun merokok. "Dalam beberapa penelitian juga dikatakan, orang yang sering mengendarai sepeda motor memiliki risiko lebih besar untuk terjadinya HNP, mencapai 2,7 kali lipat," kata Sri. Mahdian mengatakan saat penekanan bantalan sendi tulang belakang terjadi pada saraf motorik akan berdampak pada melemahnya bagian tubuh yang dipersarafi. Sementara jika penekanan bantalan sendi tulang belakang terjadi pada saraf sensori, pasien akan mengalami mati rasa pada bagian tubuh yang dipersarafi. "Jika nyeri yang terjadi bersifat menjalar, menandakan sudah terjadi inflamasi pada saraf, sebagai tanda sudah tidak ada lagi ruang untuk saraf, atau dengan kata lain herniasi bantalan sendi yang terjadi sudah sangat besar dan memenuhi rongga tulang belakang," paparnya. Umumnya saat seorang pasien datang ke klinik dengan keluhan nyeri pingang yang menjalar hingga kaki, dokter akan melakukan pemeriksaan kemampuan gerak tulang belakang dari lumbar hingga servikal. Selain itu dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis seperti kelemahan bagian tubuh tertentu, kebas atau mati rasa, dan pemeriksaan refleks. Pemeriksaan penunjang seperti MRI (magnetic resonance imaging) dan CT-Scan juga diperlukan karena bisa memberikan gambaran lebih jelas kepada dokter sebelum dilakukan terapi pengobatan. Ada beberapa terapi untuk kasus saraf terjepit, mulai dari pemberian obat-obatan, fisioterapi, sampai tindakan radiofrekuensi dan pembedahan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenali Gejala Nyeri Pinggang yang Disebabkan Saraf Terjepit", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/05/090000020/kenali-gejala-nyeri-pinggang-yang-disebabkan-saraf-terjepit.
Penulis : Lusia Kus Anna

007 + 1 PRODUK UNGGULAN DARI KAMI UNTUK SELURUH PEMBACA BESERTA KELUARGA DIMANAPUN BERADA

JANGAN RAGU-RAGU, SILAKAN HUBUNGI KAMI , HP/WA : 0812-83-73564  !  KLIK!!   SIAP KIRIM KE SELURUH INDONESIA /LN   RINGKASAN PRODUK  :  1.DI...