Tampilkan postingan dengan label Dampak Saraf Kejepit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dampak Saraf Kejepit. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Juli 2018

Ini adalah pertama kalinya saya berurusan dengan nyeri punggung bagian bawah, dan itu mengerikan.Bagaimana saya bisa menyembuhkan masalah ini?

Ini adalah pertama kalinya saya berurusan dengan nyeri punggung bagian bawah, dan itu mengerikan.Bagaimana saya bisa menyembuhkan masalah ini?

 
sakit punggung-sakit pinggang-bagian bawah
Ilustrasi pemakaian Disk Dr  Waist Double  WG50

Ada kemungkinan besar bahwa anda dapat meredakan banyak rasa sakit dengan peregangan paha belakang dan bokong. (Saya menganggap anda tidak memiliki masalah serius di samping rasa sakit). Terutama otot-otot di bagian bokong bisa mempengaruhi seluruh pinggul dan daerah punggung bawah jika mereka terlalu ketat. Sering saraf ischiatic dapat ditekan sedikit jika otot terlalu ketat. Saraf ini dimulai dari daerah pinggang dan terus sampai ke kaki. Sering kali orang yang memiliki masalah dengan ini sering memiliki kesulitan jika mereka harus duduk untuk waktu yang lama,  berkendara atau duduk di pesawat karena saraf terjepit bahkan ketika duduk lebih sering.

Saya sarankan olahraga yang baik dapat anda lakukan di tempat tidur,  sebelum dan sesudah tidur. Baringkan punggung anda dengan kaki kiri ditanam di kasur dan pergelangan kaki yang berlawanan bertumpu tepat di atas lutut kaki kiri. Ambilah paha kiri dan tarik ke arah dada anda (anda harus mulai merasakan kencang pada otot pantat kanan atau paha). Pastikan untuk menjaga kepala turun dan punggung bawah pada kasur sehingga anda tidak menekuk punggung anda. Tahan selama satu menit dan cobalah dengan tekanan dan sudut yang berbeda untuk mendapatkan efek yang terbaik. Olahraga ini benar-benar membantu saya bangun dari tempat tidur di pagi hari. Juga bagus bagi orang dengan kegelisahan di kaki atau bahkan rasa sakit yang menembak pada kaki. Pada akhirnya juga,  Olahraga McKenzie Google.

Dokter tidak tahu begitu banyak.. (maaf jika ada yang membaca) dan jika anda belum memiliki scan atau uji tes,  ada sedikit kesempatan anda bisa memiliki sesuatu seperti tonjolan. Hal ini dapat dilakukan,  selalu perhatikan postur anda,  pastikan anda tidak membusur dengan cara yang salah dengan punggung bawah anda. 

Sumber: https://www.galena.co.id/q/ini-adalah-pertama-kalinya-saya-berurusan-dengan-nyeri-punggung-bagian-bawah-dan-itu-mengerikan-bagaimana-saya-bisa-menyembuhkan-masalah-ini


Produk Disk Dr Waist, Joinmax, Disk Dr Neck , Orderlah di Agen Resminya :


 

Rabu, 18 Juli 2018

Saraf Kejepit? Apa Penyebabnya dan Bagaimana Gejalanya?

Seperti kami kutip dari Infosehat.com, dibawah ini semoga bisa memberi pengetahuan ataupun informasi kepada Anda Mengenai gejala saraf kejepit  dan Penyebab serta Gejalanya

 
saraf kejepit-penyebab-dan-gejalanya
ilustrasi sakit pinggang

Apa saja penyebab saraf kejepit?

Saraf kejepit bisa dipicu ketika ada tekanan pada saraf. Tekanan bisa disebabkan oleh gerakan yang dilakukan berulang-ulang untuk jangka waktu lama, contohnya posisi siku ditekuk saat tidur. Tekanan saraf dapat terjadi ketika saraf tertekan antara jaringan dengan ligamen, tendon, atau tulang. Rapuh sekali ya, kedengarannya? Ya, saraf yang paling rapuh dalam tubuh kita yaitu ketika ditempatkan pada jaringan sempit di tubuh kita, tetapi jaringan lunak untuk melindungi saraf tersebut hanya sedikit.
Umumnya rasa nyeri pertama dirasakan pada punggung, tapi tidak menutup kemungkinan rasa nyeri dapat muncul di beberapa bagian tubuh. Contohnya, saat cakram hernia memberikan tekanan pada akar saraf Anda, rasa sakit pun akan terasa pada bagian belakang kaki Anda. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan jaringan menekan saraf adalah:
  • Terluka
  • Postur tubuh yang tidak baik dapat menambah tekanan  pada tulang belakang dan saraf
  • Rematik atau arthritis pergelangan tangan
  • Stres dari pekerjaan yang berulang-ulang
  • Aktivitas olahraga yang rentan cedera
  • Berat badan yang berlebihan juga menekan saraf
Pada beberapa kasus, salah satunya carpal tunnel syndrome (suatu kondisi yang terjadi pada jari menyebabkan rasa kesemutan); beberapa jaringan berkontribusi dalam memberikan tekanan pada saraf seperti pembesaran tulang atau penebalan yang akhirnya menjepit saraf. Umumnya kasus carpal tunnel syndrome dialami oleh perempuan.

Apa dampaknya jika saraf kejepit dibiarkan?

Ada beberapa dampak yang dapat terjadi ketika saraf kejepit dibiarkan, seperti jaringan lunak atau pelindung di sekitar saraf dapat pecah. Hal tersebut dapat membentuk cairan, yang dapat menyebabkan pembengkakan, tekanan ekstra, dan jaringan parut. Jika saraf kejepit terjadi pada waktu yang singkat, tentu tidak ada kerusakan permanen pada saraf. Namun, jika tekanan terjadi terus menerus tentu saja saraf bisa rusak secara permanen.

Apa saja gejala saraf kejepit?

Terkadang gejala dari saraf kejepit hanya berupa rasa sakit saja di beberapa bagian tubuh. Sudah pasti kita pun tidak terpikir sampai pada saraf kejepit. Ada beberapa gejala lainnya yang bisa Anda amati, seperti:
  • Mati rasa, kebas, atau penurunan sensasi untuk ‘merasa’ di daerah yang banyak sarafnya. Misalnya nyeri di leher atau punggung bagian bawah
  • Adanya sensasi sakit atau nyeri seperti terbakar yang menjalar ke luar
  • Kesemutan
  • Lemahnya otot pada bagian yang diduga mengalami saraf kejepit
  • Sering merasa kaki dan tangan tidak merasakan apa-apa
  • Rasa seperti ditusuk-tusuk jarum
Terkadang gejala memburuk saat Anda berusaha untuk melakukan beberapa gerakan tertentu, seperti memutar kepala Anda atau menegangkan leher Anda.


Bagaimana cara mengatasi saraf kejepit?

Pengobatan yang dilakukan berbeda-beda tergantung pada seberapa berat rasa sakit, begitu juga dengan lamanya pengobatan yang dilakukan. Anda mungkin akan diminta untuk mengistirahatkan bagian yang cedera, dan menghindari aktivitas yang akan membuat gejala Anda memburuk.
Anda perlu mengunjungi dokter saat gejala menetap dan sakit menjadi parah. Anda akan memerlukan satu atau lebih pengobatan untuk mengecilkan jaringan yang membengkak di sekitar saraf.
Obat yang dapat Anda gunakan adalah:
  • Aspirin, ibuprofen, dan naproxen untuk mengurangi pembengkakan
  • Kortikosteroid oral untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak
  • Injeksi steroid untuk mengurangi bengkak, tapi Anda akan mengalami peradangan sebelum akhirnya sembuh
Pada kasus yang berat, saraf Anda mungkin memerlukan pemotongan beberapa material, seperti:
  • Jaringan parut
  • Material cakram
  • Bagian tulang
Bolehkah mendatangi pengobatan alternatif? Sebelum mendatangi pengobatan alternatif, ada baiknya Anda mendatangi dokter terlebih dahulu, untuk mengetahui di bagian mana tepatnya ada saraf kejepit. Saraf yang rusak tidak bisa diperbaiki, jadi alangkah baiknya kita mempertimbangkan mana pengobatan yang tepat.

Sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/penyebab-saraf-kejepit/ 



Info ini direpost oleh 


KOMPAS.com - Nyeri pinggang termasuk dalam keluhan yang banyak diderita masyarakat. Dari sekian banyak penyebab nyeri pinggang, saraf terjepit menjadi penyebab nyeri kronik terbanyak. Saraf terjepit (Herniated Nucleus Pulposus/HNP) memiliki gejala antara lain nyerinya menjalar dari pinggang hingga paha dan seluruh bagian kaki disertai dengan kelemahan, baik pada salah satu atau kedua kaki. Menurut dr.Mahdian Nur Nasution, spesialis bedah saraf, herniasi bantalan sendi tulang belakang paling banyak terjadi pada bantalan sendi ruas tulang lumbar. "Tapi dapat juga terjadi herniasi di ruas tulang di atasnya seperti tulang servikal, tetapi lebih sering terjadi pada mereka dengan usia di atas 50 tahun," kata Mahdian. Dikatakan oleh dr.Sri Wahyuni, SpKFR, pakar rehabilitasi dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, ada beberapa faktor risiko terjadinya saraf kejepit, antara lain olahraga berat seperti angkat besi, aktivitas tertentu yang sering mengangkat beban secara berulang, atau pun merokok. "Dalam beberapa penelitian juga dikatakan, orang yang sering mengendarai sepeda motor memiliki risiko lebih besar untuk terjadinya HNP, mencapai 2,7 kali lipat," kata Sri. Mahdian mengatakan saat penekanan bantalan sendi tulang belakang terjadi pada saraf motorik akan berdampak pada melemahnya bagian tubuh yang dipersarafi. Sementara jika penekanan bantalan sendi tulang belakang terjadi pada saraf sensori, pasien akan mengalami mati rasa pada bagian tubuh yang dipersarafi. "Jika nyeri yang terjadi bersifat menjalar, menandakan sudah terjadi inflamasi pada saraf, sebagai tanda sudah tidak ada lagi ruang untuk saraf, atau dengan kata lain herniasi bantalan sendi yang terjadi sudah sangat besar dan memenuhi rongga tulang belakang," paparnya. Umumnya saat seorang pasien datang ke klinik dengan keluhan nyeri pingang yang menjalar hingga kaki, dokter akan melakukan pemeriksaan kemampuan gerak tulang belakang dari lumbar hingga servikal. Selain itu dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis seperti kelemahan bagian tubuh tertentu, kebas atau mati rasa, dan pemeriksaan refleks. Pemeriksaan penunjang seperti MRI (magnetic resonance imaging) dan CT-Scan juga diperlukan karena bisa memberikan gambaran lebih jelas kepada dokter sebelum dilakukan terapi pengobatan. Ada beberapa terapi untuk kasus saraf terjepit, mulai dari pemberian obat-obatan, fisioterapi, sampai tindakan radiofrekuensi dan pembedahan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenali Gejala Nyeri Pinggang yang Disebabkan Saraf Terjepit", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/05/090000020/kenali-gejala-nyeri-pinggang-yang-disebabkan-saraf-terjepit.
Penulis : Lusia Kus Anna
KOMPAS.com - Nyeri pinggang termasuk dalam keluhan yang banyak diderita masyarakat. Dari sekian banyak penyebab nyeri pinggang, saraf terjepit menjadi penyebab nyeri kronik terbanyak. Saraf terjepit (Herniated Nucleus Pulposus/HNP) memiliki gejala antara lain nyerinya menjalar dari pinggang hingga paha dan seluruh bagian kaki disertai dengan kelemahan, baik pada salah satu atau kedua kaki. Menurut dr.Mahdian Nur Nasution, spesialis bedah saraf, herniasi bantalan sendi tulang belakang paling banyak terjadi pada bantalan sendi ruas tulang lumbar. "Tapi dapat juga terjadi herniasi di ruas tulang di atasnya seperti tulang servikal, tetapi lebih sering terjadi pada mereka dengan usia di atas 50 tahun," kata Mahdian. Dikatakan oleh dr.Sri Wahyuni, SpKFR, pakar rehabilitasi dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, ada beberapa faktor risiko terjadinya saraf kejepit, antara lain olahraga berat seperti angkat besi, aktivitas tertentu yang sering mengangkat beban secara berulang, atau pun merokok. "Dalam beberapa penelitian juga dikatakan, orang yang sering mengendarai sepeda motor memiliki risiko lebih besar untuk terjadinya HNP, mencapai 2,7 kali lipat," kata Sri. Mahdian mengatakan saat penekanan bantalan sendi tulang belakang terjadi pada saraf motorik akan berdampak pada melemahnya bagian tubuh yang dipersarafi. Sementara jika penekanan bantalan sendi tulang belakang terjadi pada saraf sensori, pasien akan mengalami mati rasa pada bagian tubuh yang dipersarafi. "Jika nyeri yang terjadi bersifat menjalar, menandakan sudah terjadi inflamasi pada saraf, sebagai tanda sudah tidak ada lagi ruang untuk saraf, atau dengan kata lain herniasi bantalan sendi yang terjadi sudah sangat besar dan memenuhi rongga tulang belakang," paparnya. Umumnya saat seorang pasien datang ke klinik dengan keluhan nyeri pingang yang menjalar hingga kaki, dokter akan melakukan pemeriksaan kemampuan gerak tulang belakang dari lumbar hingga servikal. Selain itu dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis seperti kelemahan bagian tubuh tertentu, kebas atau mati rasa, dan pemeriksaan refleks. Pemeriksaan penunjang seperti MRI (magnetic resonance imaging) dan CT-Scan juga diperlukan karena bisa memberikan gambaran lebih jelas kepada dokter sebelum dilakukan terapi pengobatan. Ada beberapa terapi untuk kasus saraf terjepit, mulai dari pemberian obat-obatan, fisioterapi, sampai tindakan radiofrekuensi dan pembedahan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenali Gejala Nyeri Pinggang yang Disebabkan Saraf Terjepit", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/05/090000020/kenali-gejala-nyeri-pinggang-yang-disebabkan-saraf-terjepit.
Penulis : Lusia Kus Anna
KOMPAS.com - Nyeri pinggang termasuk dalam keluhan yang banyak diderita masyarakat. Dari sekian banyak penyebab nyeri pinggang, saraf terjepit menjadi penyebab nyeri kronik terbanyak. Saraf terjepit (Herniated Nucleus Pulposus/HNP) memiliki gejala antara lain nyerinya menjalar dari pinggang hingga paha dan seluruh bagian kaki disertai dengan kelemahan, baik pada salah satu atau kedua kaki. Menurut dr.Mahdian Nur Nasution, spesialis bedah saraf, herniasi bantalan sendi tulang belakang paling banyak terjadi pada bantalan sendi ruas tulang lumbar. "Tapi dapat juga terjadi herniasi di ruas tulang di atasnya seperti tulang servikal, tetapi lebih sering terjadi pada mereka dengan usia di atas 50 tahun," kata Mahdian. Dikatakan oleh dr.Sri Wahyuni, SpKFR, pakar rehabilitasi dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, ada beberapa faktor risiko terjadinya saraf kejepit, antara lain olahraga berat seperti angkat besi, aktivitas tertentu yang sering mengangkat beban secara berulang, atau pun merokok. "Dalam beberapa penelitian juga dikatakan, orang yang sering mengendarai sepeda motor memiliki risiko lebih besar untuk terjadinya HNP, mencapai 2,7 kali lipat," kata Sri. Mahdian mengatakan saat penekanan bantalan sendi tulang belakang terjadi pada saraf motorik akan berdampak pada melemahnya bagian tubuh yang dipersarafi. Sementara jika penekanan bantalan sendi tulang belakang terjadi pada saraf sensori, pasien akan mengalami mati rasa pada bagian tubuh yang dipersarafi. "Jika nyeri yang terjadi bersifat menjalar, menandakan sudah terjadi inflamasi pada saraf, sebagai tanda sudah tidak ada lagi ruang untuk saraf, atau dengan kata lain herniasi bantalan sendi yang terjadi sudah sangat besar dan memenuhi rongga tulang belakang," paparnya. Umumnya saat seorang pasien datang ke klinik dengan keluhan nyeri pingang yang menjalar hingga kaki, dokter akan melakukan pemeriksaan kemampuan gerak tulang belakang dari lumbar hingga servikal. Selain itu dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis seperti kelemahan bagian tubuh tertentu, kebas atau mati rasa, dan pemeriksaan refleks. Pemeriksaan penunjang seperti MRI (magnetic resonance imaging) dan CT-Scan juga diperlukan karena bisa memberikan gambaran lebih jelas kepada dokter sebelum dilakukan terapi pengobatan. Ada beberapa terapi untuk kasus saraf terjepit, mulai dari pemberian obat-obatan, fisioterapi, sampai tindakan radiofrekuensi dan pembedahan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenali Gejala Nyeri Pinggang yang Disebabkan Saraf Terjepit", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/05/090000020/kenali-gejala-nyeri-pinggang-yang-disebabkan-saraf-terjepit.
Penulis : Lusia Kus Anna

007 + 1 PRODUK UNGGULAN DARI KAMI UNTUK SELURUH PEMBACA BESERTA KELUARGA DIMANAPUN BERADA

JANGAN RAGU-RAGU, SILAKAN HUBUNGI KAMI , HP/WA : 0812-83-73564  !  KLIK!!   SIAP KIRIM KE SELURUH INDONESIA /LN   RINGKASAN PRODUK  :  1.DI...